Budidaya Tanaman Kangkung Darat (Ipomea reptans Poir) - Iin Dwimarth Chrisma Taruklimbong - 522016080
di Desember 02, 2018 Label: Analisis Usaha Tani, Budidaya, Kangkung, Pertanian
Kangkung termasuk dalam
tanaman Convolvulaceae. Ciri khas dari tanaman ini adalah batangnya yang
berlubang dan bergetah. Kangkung memiliki kandungan vitamin A, vitamin C, dan
mineral. Kangkung merupakan tanaman yang memiliki potensi ekonomi yang cukup
besar. Kangkung banyak digemari masyarakat baik itu dari segi produsen maupun
konsumen.
Jika dirunut dari tempat
asalnya, ternyata kangkung bukanlah sayuran asli Indonesia. Pertama kali
ditemukan, kangkung berada di Asia, Afrika, Amerika Selatan, Amerika Tengah,
dan Oceania. Di kawasan Asia, kangkung tumbuh liar di kawasan berair. Tanaman
yang memiliki nama latin Ipomeas spp.
ini ternyata dapat ditanam hampir di semua jenis tanah (Rizki, 2013). Itulah
salah satu kenapa para petani gemar untuk membudidayakan kangkung. Selain
karena dapat ditanam di hampir semua jenis tanah, kangkung juga memiliki
periode pemeliharaan yang singkat, daya tahannya yang relatif lama, dan harga
jualnya relatif stabil (Pracaya dan Kartika, 2016).
Untuk para konsumen,
kangkung termasuk salah satu sayuran favorit yang sering dicari konsumen saat
membeli makanan di warung makan, terutama warung seafood. Kangkung pun menjadi salah satu menu wajib sayuran sebagai
pelengkap hidangan (Rizki, 2013). Kangkung merupakan sumber gizi yang mudah
diolah dan juga mudah didapat dengan harga murah.
Bertanam kangkung
merupakan pilihan yang sangat tepat, baik untuk kepentingan konsumsi maupun
untuk usaha. Hal ini karena masa periodenya singkat dan pemeliharaannya yang
mudah. Akan tetapi, untuk menghasilkan produksi yang baik, kangkung tetap perlu
dirawat dengan baik (Pracaya dan Kartika, 2016).
Pada artikel ini varietas tanaman kangkung yang digunakan adalah varietas OR Nana. Pada postingan kali ini juga akan disajikan dua hal utama terkait tanaman kangkung yaitu:
1. Teknik budidaya (persiapan benih - pascapanen)
2. Analisis usaha budidaya (TC, pendapatan, dan R/C Ratio)
Untuk file lengkapnya bisa sobat download DI SINI
Untuk alasan memposting artikel ini bisa dilihat DI SINI
Sumber:
Pracaya dan Juang Gema Kartika. 2016. Bertanam 8 Sayuran Organik. Jakarta:
Penebar Swadaya.
Rizki, Farah. 2013. The Miracle of Vegetables. Jakarta: AgroMedia Pustaka.
Penetapan N Metode Kjeldahl - Tito Alfaro Primaputra - 522016049
di Desember 01, 2018 Label: Ilmu Tanah, Nitrogen, Pertanian
Nitrogen adalah suatu unsur yang
memiliki lambang N dan
berada di golongan VA dalam tabel periodik. Unsur Nitrogen ini memiliki nomor
atom 7. Sumber nitrogen terbesar bagi tanaman berasal dari N atmosfer. Nitrogen
organik yang dibenamkan ke dalam tanah merupakan N organik tanah yang bentuk
kimianya tidak dapat diserap begitu saja oleh tanaman. Dalam bentuk NO3-,
nitrogen mudah keluar dari daerah perakaran. Nitrogen mudah tercuci karena besar muatan listrik positif
tanah biasanya sangat kecil. Nitrogen dalam bentuk NO3- juga
dapat tereduksi secara mikrobiologis menjadi NO, N2O, atau N2 yang
menguap.
Jumlah
NH4+ dan NO3- di dalam tanah dapat
bertambah akibat dari pemupukan N, fiksasi N biologis, hujan, dan penambahan
bahan organik. Sedangkan berkurangnya
jumlah NH4+ dan NO3- disebabkan
oleh pencucian, pemanenan, denitrifikasi, dan juga votalisasi. Air sangat berperan sekali dalam dinamika
nitrogen tanah.
Cara
utama nitrogen masuk ke dalam tanah adalah akibat kegiatan jasad renik, baik
yang hidup bebas maupun yang bersimbiose dengan tanaman. Dalam hal yang
terakhir nitrogen yang diikat digunakan dalam sintesa amino dan protein oleh
tanaman inang. Jika tanaman atau jasad renik pengikat nitrogen bebas, maka
bakteri pembusuk membebaskan asam amino dari protein, bakteri amonifikasi
membebaskan amonium dari grup amino, yang kemudian dilarutkan dalam larutan
tanah. Amonium diserap tanaman, atau diserap setelah dikonversikan menjadi
nitrat oleh bakteri nitrifikasi
Faktor-faktor
yang mempengaruhi ketersediaan N adalah kegiatan jasad renik, baik yang hidup
bebas maupun yang bersimbiose dengan tanaman. Pertambahan lain dari nitrogen
tanah adalah akibat loncatan suatu listrik di udara. Nitrogen dapat masuk
melalui air hujan dalam bentuk nitrat. Jumlah ini sangat tergantung pada tempat
dan iklim. Fungsi N adalah memperbaiki pertumbuhan vegetatif tanaman dan
pembentukan protein. Gejala-gejala kekurangan N adalah tanaman kerdil,
pertumbuhan akar terbatas, dan daun-daun kuning dan gugur. Gejala-gejala
kebanyakan N adalah memperlambat kematangan tanaman, batang-batang lemah mudah
roboh, dan mengurangi daya tahan tanaman terhadap penyakit. Nitrogen di dalam
tanah terdapat dalam berbagai bentuk yaitu protein, senyawa-senyawa amino,
Amonium (NH4+), dan Nitrat (NO3-)
Nitrogen (N2) merupakan gas yang tak
berbau, tak berwarna, tidak ada rasa dan bersifat inert yaitu gas diatomik
bukan logam yang stabil dimana sangat sulit bereaksi dengan unsur dan senyawa
lainnya. Nitrogen (N2) mengisi kurang lebih 78% atmosfer bumi
sisanya oksigen (O2) 21%, Argon (Ar) 1% dan gas lainnya. Nitrogen
terdapat dalam banyak jaringan hidup dan pembentuk senyawa penting seperti asam
amino dan asam nitrat yang merupakan komponen terpenting pembentuk DNA dan RNA.
Tidak
semua N bisa diserap oleh tanaman. Bentuk N yang dapat
diambil oleh tanaman dari tanah adalah nitrat (NO3-) dan
amonium (NH4+).
N
dalam bentuk NO3-mudah keluar dari daerah perakaran. Menurut Hakim (1986) pada
musim kemarau, jumlah NO3- di bagian tanah atas akan
meningkat secara perlahan-lahan. pada musim hujan nitrogen organik
melonjak dan selanjutnya menurun secara cepat sepanjang sisa musim hujan
tersebut. Besar fluktuasi musiman dari nitrogen anorganik ini bersesuaian dengan intensitas dan
frekuensi hujan.
Untuk artikel lengkap bisa download DI SINI
Alasan mengangkat artikel ada DI SINI
Copyright:
Ali Hanafiah, Kemas. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. PT Raja Grafindo
Persada. Jakarta.
Foth, H. D. 1994. Dasar – Dasar Ilmu Tanah. Erlangga. Jakarta.
Hakim, N.Y.M, Nyakpa,
M.A. Lubis, dkk.
1986. Dasar – Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung. Lampung.
Hardjowigeno,
Sarwono. 2015. Ilmu Tanah. CV
Akademika Pressindo. Jakarta.
Definisi, Jenis-Jenis, dan Permasalahan Drainase dalam Pertanian
di November 05, 2018 Label: Drainase, Pertanian
DEFINISI DRAINASE
Drainase adalah
lengkungan atau saluran air di permukaan atau di bawah tanah, baik yang
terbentuk secara alami maupun dibuat manusia. Dalam bahasa Indonesia, drainase
bisa merujuk pada parit di permukaan tanah atau gorong-gorong di bawah tanah.
Drainase berperan penting untuk mengatur suplai air demi pencegahan banjir.
JENIS – JENIS DRAINASE
Drainase dibedakan menjadi beberapa
bagian yaitu:
- Menurut
sejarah terbentuknya
1. Drainase
alamiah (Natural Drainage)
2. Drainase
buatan (Artificial Drainage)
- Menurut
letak saluran
1. Drainase
permukaan tanah (Surface Drainage)
2. Drainase
bawah tanah (Sub Surface Drainage)
- Menurut
konstruksi
1. Saluran
Terbuka
2. Saluran
Tertutup
- Menurut
fungsi
1. Single Purpose Single purpose
2. Multy Purpose Multy purpose
PERMASALAHAN
Manajemen sampah yang tidak bagus dapat menyebabkan
tersumbatnya sistem drainase, yang bisa menyebabkan meluapnya air akibat
berkurangnya debit air yang dapat ditampung dan
disalurkan oleh drainase.
Pertambahan
jumlah penduduk juga menjadi masalah sendiri bagi daya tampung drainase.
Meningkatnya jumlah penduduk berarti bertambahnya infrastruktur, yang diiringi
oleh bertambahnya jumlah limbah yang dikeluarkan ke lingkungan.
Untuk file lengkapnya sobat bisa download DI SINI
Sumber:
Sumber Gambar:
Selamat pagi teman-teman,
pada kesempatan kali ini saya akan berbagi info seputar pertanian terkhusus tentang irigasi.
Irigasi merupakan sebuah alternatif cara pengairan lahan tadah hujan pada musim kemarau. Saat ini, pembangunan irigasi untuk lahan pertanian sedang gencar dilakukan untuk membantu meningkatkan produksi hasil. Dengan adanya irigasi, lahan tidak lagi mengandalkan hujan yang tidak menentu waktunya. Ada banyak jenis irigasi dan masing-masing akan memberikan kebutuhan air dengan cara yang berbeda.
Masing-masing jenis irigasi membutuhkan syarat pengelolaan yang spesifik. Kriteria kesesuaian lokasi dari masing-masing jenis irigasi juga berbeda. Selain itu, jenis tanaman yang dibudidayakan juga menentukan pemilihan teknik irigasi yang akan diterapkan. Jenis tanaman yang diusahakan sebaiknya tanaman yang bernilai ekonomi tinggi, karena umumnya pembuatan irigasi membutuhkan biaya yang cukup tinggi.
1. Irigasi Permukaan
Irigasi permukaan merupakan penerapan irigasi dengan cara mendistribusikan air ke lahan pertanian dengan memanfaatkan gravitasi atau membiarkan air mengalir dengan sendirinya di lahan. Jenis irigasi ini adalah cara yang paling banyak digunakan petani. Pemberian air bisa dilakukan dengan mengalirkan di antara bedengan supaya lebih efektif. Pemberian air biasanya juga dilakukan dengan menggenangi lahan dengan air sampai ketinggian tertentu.
Irigasi permukaan cocok digunakan pada tanah yang bertekstur halus sampai sedang. Untuk tanah bertekstur kasar akan sulit menerapkan sistem ini karena sebagian besar air akan hilang pada saluran dan yang berupa penggenangan cocok diterapkan pada daerah dengan topografi relatif datar agar pemberian air dapat merata pada areal pertanaman.
2. Irigasi Curah (Sprinkle Irrigation)
Irigasi curah merupakan cara irigasi dengan menyemprotkan air ke udara dan kemudian air jatuh ke permukaan tanah seperti air hujan. Tujuan dari cara ini adalah agar air dapat diberikan secara merata dan efisien pada areal pertanaman, dengan jumlah dan kecepatan penyiraman kurang atau sama dengan laju infiltrasi. Dengan demikian dalam proses pemberian air tidak terjadi kehilangan air dalam bentuk limpasan.
Sistim irigasi curah cocok pada daerah di mana kecepatan angin tidak terlalu besar, yang menyebabkan sebagian air yang diberikan hilang melalui evaporasi. Dengan demikian efisiensi penggunaan air irigasi yang lebih tinggi dapat dicapai. Jumlah air irigasi yang diaplikasikan pada sistem irigasi curah akan bervariasi sesuai dengan tekstur tanah dan kedalaman akar tanaman.
3. Irigasi Tetes
Irigasi tetes merupakan cara pemberian air pada tanaman secara langsung, baik pada permukaan tanah maupun di dalam tanah melalui tetesan secara sinambung dan perlahan pada tanah di dekat tumbuhan. Alat pengeluaran air pada sistem irigasi tetes disebut emiter atau penetes. Setelah keluar dari penetes (emiter), air menyebar ke dalam profil tanah secara horizontal maupun vertikal akibat gaya kapilaritas dan gravitasi.
Irigasi tetes cocok untuk tanah yang tidak terlalu kering. Luas daerah yang diairi tergantung pada besarnya debit keluaran dan interval, struktur dan tekstur tanah, kelembaban tanah, serta permeabilitas tanah. Cara ini bertujuan untuk memanfaatkan air dalam jumlah terbatas dalam budidaya tanaman sayur di lahan kering.
Untuk file lengkap bisa didownload DI SINI
Copyright :
Snapdragon merupakan
bunga yang berasal dari daerah Mediterania yang beriklim subtropis. Sebagai
bunga potong, snapdragon memiliki kelebihan dalam bentuk serta warna bunga yang
menarik. Selain itu bunga snapdragon memiliki aroma segar yang dapat bertahan
selama beberapa hari. Untuk produksi bunga potong snapdragon diperlakukan
sebagai tanaman semusim dengan hanya mengambil satu rangkaian bunga tiap
tangkainya. Bunga snapdragon dapat
diperbanyak secara aseksual dengan menggunakan stek batang
ataupun dengan menggunakan benih.
Di Indonesia, Snapdragon lebih dikenal dengan nama/sebutan "Mulut Naga" karena kemiripan bunganya yang menyerupai kepala naga. Kata Antirrhinum berasal dari bahasa Yunani Anti “seperti”, Rhis “hidung”, dan Inus “dari” atau “berkaitan dengan”. Mungkin dinamakan seperti ini karena bentuknya seperti hidung saat bunga sudah dewasa.
Di Indonesia, Snapdragon lebih dikenal dengan nama/sebutan "Mulut Naga" karena kemiripan bunganya yang menyerupai kepala naga. Kata Antirrhinum berasal dari bahasa Yunani Anti “seperti”, Rhis “hidung”, dan Inus “dari” atau “berkaitan dengan”. Mungkin dinamakan seperti ini karena bentuknya seperti hidung saat bunga sudah dewasa.
Pada postingan kali ini akan disajikan berbagai hal mengenai cara budidaya bunga potong snapdragon yang terdiri dari:
- Syarat tumbuh
- Cara perbanyakan menggunakan benih
- Cara membuat media tanam untuk benih
- Cara pindah tanam
- Cara memotong bunga potong snapdragon
Untuk file lengkapnya bisa sobat download DI SINI
Sumber:
Halevy, Abraham H. 1985. Handbook of Flowering: Volume I.
Florida: CRC Press.
Hallo sobat blogger,
Pada kesempatan kali ini saya akan memposting suatu hal yang bisa menambah pengetahuan sobat blogger terkhusus bidang pertanian nih. Udah tau kan hal apa itu? ya sesuai judul postingan ini, yaitu jeniis-jenis pestisida.
untuk awalan, perlu kalian ketahui definisi dari pestisida itu sendiri..Pestisida adalah semua bahan racun yang digunakan untuk membunuh organisme hidup yang mengganggu tumbuhan, ternak dan sebagainya yang dibudidayakan manusia untuk kesejahteraan hidupnya.
Setelah mengetahui definisinya, mari ketahui apa saja jenis dari pestisida itu sendiri:
1. Insektisida
Insektisida merupakan pestisida untuk memberantas serangga, seperti nyamuk, kecoak, kutu busuk, rayap, semut, belalang, wereng, ulat, dan sebagainya. Contoh insektisida antara lain diazinon, tiodan, basmion, basudin, propoksur, diklorovinil dimetil fosfat, timbel arsenat, dan magnesium fluorosilikat.
2. Herbisida
Herbisida merupakan pestisida untuk mencegah dan mematikan gulma atau tumbuhan pengganggu, seperti eceng gondok, rumput teki, dan alang-alang. Alang-alang dapat dikatakan sebagai hama tanaman karena alang-alang menyerap semua zat makanan yang ada dalam tanah. Contoh herbisida antara lain gramoxone, totacol, pentakloro fenol, dan amonium sulfonat.
3. Nematisida
Nematisida adalah pestisida untuk memberantas hama cacing. Hama ini sering merusak akar atau umbi tanaman. Contoh nematisida adalah oksamil dan natrium metam.
4. Fungisida
Fungisida adalah pestisida untuk memberantas jamur (fungi). Contoh fungisida adalah timbel (I) oksida, carbendazim, tembaga oksiklorida, dan natrium dikromat.
5. Rodentisida
Rodentisida adalah pestisida untuk memberantas binatang pengerat, misalnya tikus. Contoh rodentisida adalah warangan (senyawa arsen) dan thalium sulfat.
Nah udah tau kan jenis-jenis dari pestisida? untuk postingan kali ini cukup sekian dulu ya sobat blogger!!
Terimakasih sudah berkunjung dan membaca postingan ini.
Untuk file lengkapnya bisa didownload DI SINI
Untuk file lengkapnya bisa didownload DI SINI
Copyright:
Langganan:
Komentar (Atom)



